Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mus10000/public_html/templates/themza_j15_80/functions.php on line 29

Kajian Keputrian

 

Login Form



Tausiyah

Home
PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 07 Agustus 2014 03:33

 

Mencermati Eks-Muslim di Jerman

Oleh Kartika Pemilia Lestari


Ditakdirkan lahir sebagai seorang Muslim dan memeluk Islam sebagai keyakinannya merupakan karunia dan nikmat yang terbesar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada hamba-Nya. Keberuntungan ini tidak dimiliki setiap manusia.

Meskipun seluruh manusia sejak dalam kandungan sudah bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan mereka, namun keyakinan mereka setelah lahir ke dunia tergantung keyakinan yang ditancapkan orang tua mereka. Di saat banyak manusia yang tertatih sebelum menemukan hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala, keputusan segelintir manusia memutuskan untuk mengakhiri keberuntungannya sebagai seorang Muslim, dan memilih untuk berpindah keyakinan (murtad) atau menjadi atheis; terasa sangat menyedihkan.

Minna Ahadi adalah salah satu imigran dari Timur-Tengah yang kini bermukim di Jerman. Tujuh tahun lalu, Minna bersama teman-teman eks-Muslim (murtadin) yang lain mendirikan The Central Council of Ex-Muslims (Zentralrat der Ex-Muslime) atau Dewan Pusat eks-Muslim, sebuah asosiasi bagi orang-orang di Jerman yang memilih untuk meninggalkan Islam.

Keputusan Minna Ahadi dan ratusan Muslim/Muslimah lain untuk meninggalkan Islam harus dibayar mahal; bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak. Ahadi dan eks-Muslim terus mendapatkan surat tak bernama yang berisi ancaman tembakan, atau peringatan dirinya akan mengalami kecelakaan mobil. Polisi harus mengawasi rumah Ahadi selama berbulan-bulan. Bahkan sekarang ia tak lagi keluar sendirian. Ia sangat takut seseorang mengenalinya sebagai seorang eks-Muslim.

Perpindahan keyakinan para imigran Muslim di Jerman disebabkan beberapa faktor, antara lain kekurangpahaman atas ajaran-ajaran Islam sehingga memiliki pandangan yang salah atas prinsip-prinsip dasar Islam dan karena faktor pergaulan. Interaksi Muslim di Jerman dengan hal-hal yang mengarah kepada atheisme memang sangat intens. Benturan antara agama dan sains dalam konsep pendidikan di Jerman memang sangat hebat. Mereka diajak berpikir  bahwa eksistensi Tuhan tidak masuk akal. Cara berpikir seperti ini menunjukkan bahwa antara bodoh dan ceroboh, bedanya sangat tipis.

Sejatinya, dengan membentuk asosiasi resmi dan terpublis, para murtadin di Jerman ini telah terang-terangan menunjukkan eksistensi sekaligus mengajak orang lain untuk murtad. Asosiasi yang berdiri pada 21 Januari 2007 di German ini menampung ratusan murtadin. Dipandegani oleh imigran dan aktivis asal Iran Minna Ahadi, dengan Arzu Toker (imigran Turki, wartawan), sebagai wakil ketua, dan Nur Gabbari imigran asal Irak (anak seorang ulama di Irak), asosiasi ini sudah membuka cabang di Inggris, Skandinavia, dan Belanda.

Selain melakukan provokasi terhadap imigran Muslim di negara-negara tersebut untuk meninggalkan Islam sebagai keyakinannya, asosiasi ini juga memposisikan diri sebagai kekuatan politik yang mencoba melakukan lobi terhadap pemerintah Jerman.

The Central Council of Ex-Muslims (Zentralrat der Ex-Muslime) mencoba meyakinkan pemerintah Jerman untuk menghentikan hubungan dan tidak lagi melakukan kesepakatan dengan berbagai organisasi Muslim semacam the Central Council of Muslims in Germany (ZMD) atau Milli Görüs. Menurut mereka, organisasi-organisasi semacam ZMD ini melanggar HAM, anti sekularisme, dan anti integrasi.

Pemikiran para murtadin ini sebenarnya identik dengan pemikiran liberal. Arzu Toker misalnya. Dia menganggap syari’ah (hukum Islam) sebagai suatu konsep yang tidak bisa diterima, baik oleh HAM maupun nilai-nilai konstitusi Jerman. Lebih jauh lagi, dengan nada yang menghina dan merendahkan, wakil ketua the Central Council of Ex-Muslims ini juga mengatakan bahwa Islam juga anti manusia serta Islam dan radikalisme itu tidak terpisahkan.

Menilik dari pemikiran dan gerakan para murtadin ini, maka merupakan suatu kewajaran jika mereka kerap mengeluh mengenai berbagai ancaman yang datang dari Muslim lain, yang peduli dengan akidah umat. Murtad bukan perkara remeh. Nikmat Islam dan iman merupakan nikmat terbesar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Betapa tingginya harga seorang Muslim dan betapa rendahnya harga seorang kafir. Sehingga, otomatis konsekuensi hukumnya pun sangat keras. orang yang murtad wajib dibunuh jika mereka enggan bertobat.

Hukuman bunuh ini, menurut kesepakatan ahli fikih, dilakukan oleh pemerintah atau yang mewakilinya. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang mengatakan, "Siapa saja yang menukar agamanya (dari Islam kepada kafir), maka kamu bunuhlah ia” (HR. Jamaah kecuali Muslim).  Tapi tentunya kita tidak dibenarkan langsung membunuh para murtadin begitu saja Kita harus mengajak mereka untuk bertobat terlebih dahulu.

Sesuai dengan prinsip Islam, orang yang murtad pertama kali harus diajak masuk Islam kembali melalui tobat. Akan tetapi, ulama fikih berbeda pendapat tentang hukum mengajak orang murtad bertobat. Menurut jumhur ulama fikih, wajib hukumnya mengajak orang-orang murtad untuk masuk Islam kembali sebelum membunuhnya (jika tida mau bertobat).

Ajakan ini, menurut mereka dilakukan sebanyak tiga kali. Alasan mereka adalah sebuah riwayat dari Mu‘adz bin Jabal ketika ia diutus Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa sallam ke Yaman. Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepadanya, ”Laki-laki mana saja yang murtad, maka ajaklah dia (kembali pada Islam), jika ia tidak mau kembali pada Islam maka bunuhlah ia. Perempuan mana saja yang murtad, serulah ia kembali pada Islam, jika mereka tidak mau kembali, maka bunuhlah mereka.” (HR. Tabrani).

Dalam riwayat lain dikatakan, ”Bahwa seorang wanita bernama Ummu Marwan murtad, lalu persoalannya sampai kepada Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa sallam menyuruh para sahabat mengajaknya untuk tobat. Apabila ia tobat, maka biarkan, tetapi apabila ia tidak tobat, maka bunuh ia.” (HR. ad-Daruqutni dan Baihaqi).

Penjelasan di atas menegasikan atau mengcounter pendapat tak berdasar yang dilontarkan Mouhanad Khorchide, direktur Pusat Teologi Islam di Münster, Jerman. Khorchide mengatakan, "Al-Qur'an hanya menyatakan bahwa Allah akan menghukum mereka yang murtad di akhirat. Tidak disebut apapun mengenai hukuman di bumi." Khorchide menafikan adanya fungsi hadits sebagai penjelas al-Qur’an. Dan cukup banyak hadits yang menjelaskan tentang hukuman bagi para murtadin yang diberlakukan di bumi, yakni dibunuh jika menolak bertobat.

 

Dari berbagai sumber

LAST_UPDATED2
 
PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 07 Agustus 2014 02:10

 

BANGKRUT DI PENGADILAN AKHIRAT


 

oleh : H. Paisal Halim

Salah satu peristiwa yang perlu diwaspadai setiap orang beriman di hari kemudian adalah “bangkrut di Pengadilan akhirat”. Sungguh tidak ada lagi malapateka yang paling dah­syat menimpa manusia selain bangkrut di pengadilan akhirat. Betapa tidak, di pengadilan tersebut tidak ada lagi Jaksa penun­tut umum, tidak ada pengacara, tidak ada jual-beli hukum; tidak ada majelis hakim; tidak ada saksi ahli dan sebagainya. Di pengadilan itu hanya ada hakim tunggal yakni ”The caster the day after”, sang raja di raja. Dialah Allah, Hakim yang Maha Adil; Maha Tahu, Maha Berkuasa, dan Maha segala­-galanya.

Berkaitan dengan “pengadilan Akhirat” ini, Baginda Rasulullah SAW, pernah mengajukan pertanyaan kepada para sahabatnya, Beliau bertanya: “Tahukah kamu siapakah orang yang bangkrut itu?”. Mendengarkan pertanyaan tersebut, be­berapa sahabat menjawab, “Menurut kami, orang yang bangk­rut itu adalah orang yang dulunya kaya raya dan memiliki harta banyak namun kini telah habis”. Mendengar jawaban itu, Bag­inda Rasulullah SAW. memberikan penjelasan “orang yang bangkrut itu adalah ummatku yang pada saat pengadilan akhirat berlangsung, ia datang melaporkan amal kebajikannya, na­mun saat memproses amalan tersebut beberapa orang menun­tutnya : Ya Rasulullah, benar orang ini kuat ibadah, hebat ber­puasa, gemar berzakat dan berbuat amal kebajikan lainnya. Namun orang tersebut juga selama hidup di dunia suka mem­fitnah, suka mencerita belakang sesamanya, suka menebar issu, menebar gosip, suka membunuh karir sesamanya bahkan suka memakan harta anak yatim. Karena itu, di pengadilan akhirat ini kami menuntut perbuatan orang ini terhadap diri kami.

Mendengarkan pengaduan tersebut, maka segala amal ke­bajikan yang pernah diperbuat oleh ahli ibadah tadi diberikan kepada seluruh orang yang disakiti. Meskipun tuntutan telah diselesaikan namun masih juga berderet orang menuntut. Un­tuk mengatasi tuntutan itu maka dosa orang yang “antri” menuntut “gantirugi” diberikan kepada sang ahli ibadah tadi. Karena seluruh amalan telah habis dan dosa orang yang dianiaya dipikul semuanya maka sang ahli Ibadah ini dilempar­kan ke dalam api neraka. Inilah yang saya maksudkan dengan orang yang bangkrut itu, Kunci Rasulullah dalam dialog den­gan sahabat-sahabatnya.

Dialog di atas menunjukkan pada kita, betapa manusia harus selalu menjaga hubungan baik, antar sesama manusia. Sebab, dosa antar sesama manusia tidak dapat terampunkan tanpa orang tersebut memaafkan. Ketahuilah bahwa sujud, tasbih, memuja Allah, berpuasa, berhaji, berinfak dan sebagainya akan sia-sia, apabila manusia tidak menjaga hubungan yang baik antar sesama manusia. Karena itulah, mari kita buang rasa ben­ci, rasa dendam dan iri hati, mari kita taut rasa persaudaraan dan persahabatan, mari kita buka hati untuk saling memaaf­kan, mari kita saling mendukung; saling merangkul bukan sal­ing memukul. Semoga dengan hati yang bening kita tetap meraih hidayah dan taufiq dari Allah SWT. Dalam mengarungi kehidupan ini. Kita berharap pula, semoga di pengadilan akhirat kelak kita tidak termasuk “orang yang bangkrut” sebagaimana yang digambarkan oleh Baginda Rasulullah SAW tersebut diatas.

 

LAST_UPDATED2
 
PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 05 Agustus 2014 10:10

 

 

Jemput Surga via Silaturrahim[1]

Oleh Nurkholis el-Jombangi[2]

 


Pada suatu ketika, Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bercerita. Sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang memasukkan aku ke dalam Surga dan menjauhkan aku dari Neraka.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan menyambung tali silaturrahim” (HR. al-Bukhari no. 1396 dan Muslim no. 13).

Hadits di atas adalah ‘beritayang menggembirakan dan menenangkan batin. Maka, seorang mukmin yang taat, ketika diberitahu amalan silaturrahim bisa mengantarkannya ke surga tentunya akan segera untuk melaksanakannya. Menyambung silaturrahim dengan sungguh-sungguh, istiqomah, dan penuh keikhlasan.

Di zaman sekarang, terjadi fenomena begitu banyak orang yang putus kekeluargaan, putus silaturrahim. Pertumbuhan keluarga dan tuntutan pekerjaan memungkinakan perpindahan tempat tinggal seseorang. Jauhnya jarak akibat perpindahan, kesibukan dan sarana transportasi kadang membuat malas berkunjung untuk melestarikan silaturrahim.

Begitu juga sikap orang tua yang enggan berkunjung ke rumah kerabat dekat membuat orang tua tidak sempat memperkenalkan anggota keluarganya kepada saudara yang lain. Anak-anak tidak kenal putra-putri paman-bibinya, putra-putri pakde-budenya, tidak kenal saudara-saudara kakek-nenek dan keturunannya. Terlebih lagi, masyarakat di Indonesia tidak melestarikan budaya menghafal nasab keluarga. Jadilah, silaturrahim bisa terputus.

Di zaman ini, mencari teman yang baik, sulit. Untuk sekadar mencari teman biasa saja susahnya bukan main apalagi teman yang baik, shalih dan ikhlas. Di tengah susahnya orang mencari teman dan saudara seiman, di sekitar kita malah banyak orang yang terputus persaudaraan dan pertemanannya. Atau bahkan, astaghfirullah, malah ada yang memutus dengan sengaja persaudaraan atau pertemanan dengan sebab yang sepele, seperti: beda harokah, beda pendapat, dan hal lain yang serupa dengan itu. Na’udzubillahi min-dzalik.

Silaturrahim artinya adalah menyambung tali persaudaraan kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab. Silaturrahim juga bisa diperluas dengan menjalin persaudaraan antarsesama mukmin. Ini didasarkan pada firman Allah:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (الحجرات: 10 )

“Sesungguhnya orang-orang beriman itubersaudara. Sebabitu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (QS Al-Hujurat: 10)

Dengan demikian persaudaraan semakin luas, menambah semaraknya persatuan dan menambah kekuatan dalam bingkai iman (Aqidah). Landasan iman inilah yang membuat Allah memperhatikan saudara kerabat dan kaum mukminin yang menjalin silaturrahim. Iman yang membingkai silaturrahim inilah yang menjadikan silaturrahim sebagai salah satu amalan yang bisa mengantar masuk surga.

Manfaat silaturrahim selain pengantar masuk surga adalah sebagai tanda keimanan seseorang dan konsekuwensinya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahim” (HR. Al-Bukhari no. 5787). Silaturrahim akan memperluas rizki dan memperpanjang umur. Selengkapnya riwayat beliau adalah, Abu Hurairah berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahim’.” (HR. al-Bukhari no. 5986 dan Muslim no. 2557).

Silaturrahim juga merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah dan paling utama di hadapan Allah. Mengenai hal ini riwayat berikut menjelaskan, bahawa suatu ketika seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah.” Dia bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Kemudian menyambung silaturahmi” (Shahih at-Targibwa at-Tarhib no. 2522).

Begitu besar dan banyak manfaat silaturrahim bagi kita. Jika sedemikian besar manfaat dan utamanya silaturrahim ini, bagaimana jika ada orang yang memutus silaturrahim? Orang yang memutus silaturrahim akan diancam tidak akan masuk surga, dikutuk Allah, lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya. Ancaman ini berdasarkan firman Alla: “Maka apakah sekiranya kalian berkuasa, kalian akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan silaturrahim (hubungan kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah, lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan (penglihatannya)” (QS Muhammad: 22-23). Juga, berdasarkan hadits bahwa, “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan” (HR. Mutafaqun Alaih). Terkait ini, Sufyan berkata dalam riwayatnya bahwa yang dimaksud adalah memutuskan ikatan kekeluargaan.

Dengan demikian, menjaga agar silaturhim tetap terjalin adalah sebuah keharusan dan tentunya akan menjadi sebuah amanah bagi orang-orang yang menginginkan surga. Bagaimana caranya? Silaturrahim bisa kita jaga dengan membudayakan berkunjung, menyebarkanasalam, mendoakan orang yang memuji Allah ketika bersin, tersenyum ikhlas pada saudaranya, saling memberi hadiah, menjenguk orang yang sakit, dan melakukan takziyah.

Begitu juga dengan melestarikan tradisi yang baik. Misal, saling berkunjung di saat Hari Raya Idul Fitri adalah termasuk tradisi yang mampu mempererat kekeluargaan, persaudaraan dan pertemanan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, selamat saling berkunjung dan Taqobbalallohu minna wa-minkum. Wallahu’alam. [NK]

 



[1]Dimuat di majalah alHaromain, Media Dzikir dan pikir. Edisi 97 Syawal – Dzulqo’dah 1435 H I Agustus 2014 M

[2]Penulis adalah Kabid Pemberdayaan Masyarakat Pesma Baitul Hikmah Surabaya dan Pengajar TPQ al-Hikmah, Musholla al-Hikmah Jalan Duren, Cilacap

LAST_UPDATED2
 
Peringatan Isra’ Mi’raj dan Pengukuhan Pengurus Ta’mir Musholla Al-Hikmah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 30 Mei 2014 06:53

 

Oleh Kartika Pemilia L

Tepat pada tanggal 27 Mei 2014 Masehi, yang bertepatan dengan 27 Rajab 1435 Hijriyah, warga Jalan Duren Kabupaten Cilacap merayakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Peringatan yang setiap tahun digelar ini juga bertepatan dengan Pengukuhan Pengurus Ta’mir Musholla Al-Hikmah periode 2014-2019.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Apa Itu Syi'ah? Bagian 2 PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 06 Mei 2014 01:47

 

Apa Itu Syi’ah?

Bagian 2

Oleh Kartika Pemilia L

Pada bagian satu, kita sudah sedikit mengenal Syi’ah, beserta perkembangannya di dunia maupun di tanah air. Akidah taqiyyah (menyembunyikan keyakinan di hadapan kaum muslimin) memungkinkan kaum Syi’ah menyebarkan paham dan syubhat-syubhatnya di tengah-tengah Ahlussunnah (kaum muslimin).

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
« MulaiSebelumnya12345678BerikutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Jadual Sholat

 

Pingin Ngitung Zakat ?

clik disini !

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini277
mod_vvisit_counterKemarin60
mod_vvisit_counterMinggu Ini430
mod_vvisit_counterMinggu Lalu830
mod_vvisit_counterBulan Ini337
mod_vvisit_counterBulan Lalu4287
mod_vvisit_counterJumlah475274

We have: 5 guests online
Your IP: 54.91.50.239
 , 
Today: Sep 02, 2014
Visitors Counter

Media Chat

Latest Message: 2 days, 12 hours ago
  • guest_6892 : semoga alihya lbh maju lagi
  • guest_6229 : mana vidio nya
  • guest_6229 : mana vidio nya
  • Vibrasphere : Fasting comes after feasting
  • Furtwangler : Burn not your house to rid it of the mouse
  • Dotmatic : A little body often harbours a great soul
  • guest_7219 : sdfsdfsdf
  • guest_7219 : sdfsdfsdf
  • guest_7219 : dsfsdfsdf
  • cruincchumer : One of several natural cures for acne cases are the effective use of tea shrub essential oil or possibly a merchandise made up of herbal tea shrub oils. It is actually a natural anti - biotic helping to destroy any bacteria or microbe infections onto the skin surface. A drop or two over a cotton tennis ball dipped in witch hazel placed on the facial skin is what is needed. When purchasing commercial real - estate, you should make sure that you plus your possessions are guarded. How are the resources


feed-image Feed Entries


Dijalankan dengan Joomla!. Designed by: free joomla themes  Valid XHTML and CSS.