Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mus10000/public_html/templates/themza_j15_80/functions.php on line 29

Kajian Keputrian

 

Login Form



Home
Stop Pemurtadan di Cilacap! PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 23 April 2014 22:55

Hari itu (23/04) matahari bersinar terik, padahal jarum jam belum lagi menunjukkan pukul 10 pagi, ketika dua orang ibu berjalan mengetuk rumah tiap warga di Jalan Duren, Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dari fisiknya, keduanya berusia sekitar 45 tahun ke atas, nyaris mendekati 50 tahun. Penampilan keduanya sederhana, hanya mengenakan blus dan rok selutut.

“Ada apa, bu? Orangnya lagi kerja,” kata seorang warga yang memergoki mereka berdua tengah mengetuk pintu rumah salah seorang warga. Tanpa menjawab, keduanya langsung pergi. Tampak sekali jika keduanya bukan warga Jalan Duren Cilacap.

Ketika berjalan di setapak depan rumah salah satu warga, warga yang tadi bertanya kembali mengajukan pertanyaan, “Ada keperluan apa ya bu?” Ibu yang berkacamata langsung menyodorkan sebuah buletin berjudul Sedarlah! Sambil berkata, “Mungkin ibu membutuhkan informasi. Kami membagikan buletin ini cuma-cuma,” jawabnya. “Ibu darimana?,” tanya warga tersebut.

“Kami saksi-saksi Yehuwa,” jawab ibu berkacamata tersebut. Warga yang bertanya tersebut langsung mantuk-mantuk, paham dengan siapa dia berhadapan. “Terima kasih, bu,” balas warga tersebut sambil membatin alangkah beraninya kedua missionaris (penyebar agama) Kristen ini mengetuk pintu tiap rumah, bahkan menyerahkan buletin Sedarlah! yang notabene berisi ajaran Kristen kepada muslimah berjilbab seperti dirinya.

“Wah, berani banget ya mbak, dengan penuh percaya diri memberikan buletin Kristen pada mbak, padahal mbak berjilbab.” Seorang tetangga langsung memberikan komentar kritis. “Iya nih, pede banget ya mereka keliling daerah sini untuk menyebarkan agama,” timpal warga yang menerima buletin Kristen tersebut.

Seorang ibu muda mengatakan bahwa jemaat dari Saksi-saksi Yehuwa sudah sering berkeliling di daerah Jalan Duren dan membagi-bagikan buletin Sedarlah! Tanggapan warga beragam, ada yang bersedia menerima pemberian buletin itu, ada yang tidak. Yang bersedia menerima alasannya untuk tambahan pengetahuan saja. Sedangkan yang tidak mau menerima, alasannya sudah bosan dan khawatir terjerumus dalam kristenisasi.

“Tapi memang missionaris di Cilacap terkenal kuat,” imbuh mbak berjilbab yang menerima buletin Kristen itu. Dari data yang dihimpun, saat ini tengah berlangsung upaya kristenisasi di LP Batu Nusakambangan. Semenjak Sitinja menjadi Kalapas (kepala lapas), pembangunan gereja mendapatkan kemudahan dan bantuan dri pihak Kristen diizinkan masuk. Sebaliknya, bantuan dari pihak Islam untuk para napi Islam dipersulit.

Namun, jauh sebelum upaya kristenisasi di lapas Batu Nusakambangan, upaya kristenisasi marak dilakukan di daerah Kampung Laut, yang mayoritas penduduknya miskin serta awam tentang Islam. Sejumlah da’i pun diterjunkan kesana untuk membendung kristenisasi yang menggila.

Pada tahun 2012, terjadi peristiwa menggemparkan ketika warga Kristen membangun gereja ilegal di Dusun Gapek Desa Karang Tengah Kecamatan Sampang, Cilacap. Para santri TPA Miftahul Huda kemudian melaporkan masalah ini ke para tokoh setempat. akhirnya dibuatlah kesepakatan untuk penggalangan tanda tangan warga dalam rangka penolakan terhadap keberadaan gereja ilegal tersebut.

Keberatan warga terhadap adanya gereja liar bukan tanpa alasan. Jumlah warga Dusun Gapek yang beragama Kristen hanya 6 KK (kepala keluarga), sehingga keberadaan gereja liar itu dinilai melanggar Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, Dan Pendirian Rumah Ibadat.

Kini, sudah saatnya warga Cilacap bahu-membahu membendung kristenisasi, agar akidah umat terselamatkan. Apalagi Cilacap dikenal sebagai salah satu daerah yang menjadi target utama kristenisasi. Seorang teman yang pernah melakukan penelitian tentang kristenisasi bertanya dengan nada heran campur takjub, “Nama bandar udara Cilacap kok kayak nama missionaris kelas kakap?” (Kartika)

LAST_UPDATED2
 
Remaja, Masjid, dan Peradaban PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 22 April 2014 10:23

 

Oleh : Dwiki Ananto Yudo

 


Underground Tauhid–Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. At-Taubah: 18)


Ketika kondisi Mekah sudah sangat tidak kondusif, Jibril datang menemui Rasulullah untuk menyampaikan pesan dari Allah agar Rasulullah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menghindari tekanan demi tekanan dari musuh. Rasulullah beserta para sahabatnya melakukan sebuah perjalanan panjang menuju Madinah. Dengan membawa sanak famili dan beberapa kebutuhan penunjang hidup. Pada saat berada di Madinah, Rasulullah mendirikan Masjid Quba’, masjid yang dibangun atas dasar iman dan takwa tersebut merupakan Masjid yang pertama kali didirikan Rasulullah.

Setelah Rasulullah melakukan pembangunan Masjid Quba’, Rasulullah kembali membangun Masjid Nabawi. Dari Masjid Nabawi tersebut Rasulullah berhasil mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Hal tersebut harus menjadi perhatian penting buat kita, bahwa dari Masjid kita bisa menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada sehingga tidak ada lagi perpecahan dan ukhuwah Islamiyah itu bisa terjalin.

Dari sejarah singkat perjalanan hijrah Rasulullah tersebut kita bisa lihat bagaimana Masjid memiliki peranan penting bagi Rasulullah sehingga hal itulah yang pertama kali dipikirkan Rasulullah untuk mendukung misi ke-Rasulannya. Dari Masjid tersebut Rasulullah melakukan proses pembinaan terhadap pengikutnya sehingga terbentuklah manusia-manusia yang kompeten untuk mendukung setiap langkah Rasulullah.

Salah satu orang yang mendapat pembinaan dari Rasulullah langsung ketika itu adalah Ibnu Abbas, sesosok remaja itu tak lain adalah keponakan Rasulullah sendiri. Ibnu Abbas, yang memiliki nama asli Abdullah Bin Abbas, merupakan sesosok remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Berkat rasa keingintahuannya yang tinggi membuat ia menjadi kebanggaan para sahabat dan bahkan Rasulullah. Berkat proses pembinaan yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap Ibnu Abbas di Masjid yang baru dibangun, membuat ia menjadi seorang remaja yang memiliki ilmu dan semangat juang yang sangat tinggi.

Masjid mempunyai peranan yang sangat penting bagi umat Islam, karena dari masjid kita bisa mengembangkan berbagai aspek kehidupan. Hal itu juga yang dicontohkan Rasulullah kepada kita bagaimana Rasulullah menjadikan Masjid sebagai tempat untuk mengembangkan perekonomian, sosial, dan gaya hidup. Dari masjid kita tidak hanya bisa melakukan ibadah yang bersifat ritual saja, namun kita bisa membuat sesuatu yang besar dalam bermuamalah. Sedangkan remaja memiliki 3 karakter yang khas, yaitu Agent of ChangeIron Stock, dan Moral Force.

Pada surat At-Taubah: 18 Allah mengatakan bahwa orang-orang yang memakmurkan Masjid merupakan orang yang beriman. Dalam hal ini Allah sangat mengistimewakan orang-orang yang memakmurkan Masjid sehingga dikatakan bahwa hanya orang-orang yang memakmurkan Masjid ialah orang-orang yang beriman. Begitu spesialnya orang-orang yang memakmurkan masjid sehingga Allah menaruh perhatian terhadapnya.

Dari proses sejarah yang panjang tersebut, kita bisa menarik kesimpulan bahwasanya kebangkitan umat Islam berawal dari Masjid dan jika dilakukan oleh remaja maka akan sangat besar dampaknya bagi peradaban. Pembentukan peradaban yang dilakukan Rasulullah dimulai dari Masjid. Karena dari masjid proses pembinaan yang efektif dapat dilakukan, persatuan Islam dapat ditegakkan, dan kebangkitan Islam dapat segera terwujud.

Allohua’lam bishowab.

Dwiki Ananto Yudo adalah Ketua Forum Silaturahim Remaja Masjid dan Musholla se-Cipinang Melayu

Sumber: http://undergroundtauhid.com/remaja-masjid-dan-peradaban/

 

LAST_UPDATED2
 
Tawassul dalam Shalawat Nabi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 22 April 2014 03:25

 

 

Oleh Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin

 


Muslimedianews.com ~Membaca Salawat kepada Rasulullah, selama hidupnya dan setelah wafatnya, adalah hal yang disyariatkan. Sejatinya dalam salawat ada harapan permintaan kepada Allah melalui Nabi-Nya, yaitu meminta balasan rahmat, diampuni kesalahan dan diangkat derajatnya. Inilah Tawassul dengan Rasulullah Shalla Allahu alaihi wa salllama setelah beliau wafat:

- قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيْئَاتٍ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ (رواه أحمد ، والبخارى فى الأدب ، والنسائى ، وأبو يعلى ، وابن حبان ، والحاكم ، والبيهقى فى شعب الإيمان ، والضياء عن أنس. حديث صحيح )
- Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa bersalawat kepadaku satu kali, maka Allah memberi rahmat kepadanya 10 kali, menghapus darinya 10 kali kesalahan dan mengangkat baginya 10 derajat” (HR Ahmad, al-Bukhari dalam al-Adab, an-Nasai, Abu Ya’la, Ibnu Hibban, al-Hakim, al-Baihaqi dalam Syuab al-Iman dan Dliyauddin al-Maqdisi dari Anas. Hadis sahih)

- وَعَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نَيَّارٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ". رواه البزار ورجاله ثقات. (مجمع الزوائد ومنبع الفوائد . محقق - ج 11 / ص 28)
- “Dari Abu Burdah bin Nayyar, Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa bersalawat kepadaku satu kali dari dirinya sendiri, maka Allah memberi rahmat kepadanya 10 kali, menghapus darinya 10 kali keburukan dan mengangkat baginya 10 derajat” (HR al-Bazzaar, para perawinya terpercaya)

- قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلَاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَمَلَائِكَتُهُ بِهَا سَبْعِيْنَ صَلَاةً فَلْيُقِلَّ عَبْدٌ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْ (أخرجه أحمد رقم 6605 عن ابن عمرو . قال الهيثمى (10/160) : إسناده حسن ).
- Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa bersalawat kepadaku satu kali, maka Allah memberi rahmat kepadanya serta malaikat memintakan ampunan untuknya sebanyak 70 kali. Maka hendaknya ia melakukan bacaan salawat sedikit, atau hendaknya memperbanyak” (HR Ahmad dari Abdullah bin amr bin Ash, sanadnya hasan)


Sumber : http://www.muslimedianews.com/2014/04/tawassul-dalam-shalawat-nabi.html

LAST_UPDATED2
 
TABLIGH AKBAR MASJID AGUNG DARUSSALAM CILACAP PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 22 April 2014 02:47

 

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1435 Hijriyah, kami mengundang muslimin dan muslimat Kabupaten Cilacap dan sekitarnya untuk menghadiri acara TABLIGH AKBAR DAN AKHIRUSSANAH JAM’IYYAH ROTIB AL-ATTHOS & MAULID SHIMTUDDUROR KABUPATEN CILACAP, yang Insya Allah akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal       : Rabu, 21 Mei  2014

Waktu                : Pukul 19.30-21.30 WIB

Tempat       : Aula Graha Darussalam (Komplek Masjid Agung Darussalam Cilacap), Jl. Jenderal Sudirman 34 Cilacap

Pembicara           : KH. Sahlan Nashir, S. Ag, MM

 

LAST_UPDATED2
 
RA Kartini dan Kyai Sholeh Darat, Sejarah Bangsa yang Digelapkan Orientalis Belanda PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 21 April 2014 07:55

 

“Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya.  Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari  ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya,  sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa  yang saya pahami.”.

Salah satu murid Mbah Kyai Sholeh Darat yang terkenal, tetapi bukan dari kalangan ulama adalah Raden Ajeng Kartini. Karena RA Kartini inilah Mbah Sholeh Darat menjadi pelopor penerjemahan Al-Qur’an ke Bahasa Jawa. Menurut catatan cucu Kyai Sholeh Darat (Hj. Fadhilah Sholeh), RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Qur’an.

Biografi

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hinggaHamengkubuwana VI. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong.

Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Surat Curhat Galau

Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;

Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?

Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca.

Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.

Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?

RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon.

Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya.

Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kitab ini terlalu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.

Bertemu Kyai Sholeh Darat

Kalau membaca surat surat Kartini yang diterbitkan oleh Abendanon dari Belanda, terkesan Raden Ajeng Kartini sudah jadi sekuler dan penganut feminisme. Namun kisah berikut ini semoga bisa memberi informasi baru mengenai apresiasi Kartini pada Islam dan Ilmu Tasawuf.

Mengapa? Karena dalam surat surat RA Kartini yang notabene sudah diedit dan dalam pengawasan Abendanon yang notabene merupakan aparat pemerintah kolonial Belanda plus Orientalis itu, dalam surat surat Kartini beliu sama sekali tidak menceritakan pertemuannya dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang — lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat. Alhamdullilah, Ibu Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, tergerak menuliskan kisah ini.

Takdir, menurut Ny Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.

Kemudian ketika berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak, RA Kartini menyempatkan diri mengikuti pengajian yang diberikan oleh Mbah Sholeh Darat. Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat al-Fatihah. RA Kartini menjadi amat tertarik dengan Mbah Sholeh Darat.

Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.

Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.

“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Habis Gelap Terbitlah Terang

Dalam pertemuan itu RA Kartini meminta agar Qur’an diterjemahkan karena menurutnya  tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya.  Tetapi pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan al-Qur’an.  Mbah Sholeh Darat melanggar larangan ini, Beliau menerjemahkan Qur’an dengan ditulis dalam huruf “arab gundul” (pegon) sehingga tak dicurigai penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Qur’an ini diberi nama Kitab Faidhur-Rohman, tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Kitab ini pula yang dihadiahkannya kepada R.A. Kartini pada saat dia menikah  dengan R.M. Joyodiningrat, seorang Bupati Rembang.  Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan:

Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya.  Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari  ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya,  sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa  yang saya pahami.”

{inilah dasar dari buku “Habis gelap terbitlah terang” bukan dari sekumpulan surat menyurat beliau,.. sejarah telah di simpangkan, (penulis red)}.

Melalui terjemahan Mbah Sholeh Darat itulah RA Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya yaitu:

Orang-orang beriman dibimbing Alloh dari gelap menuju cahaya (Q.S. al-Baqoroh: 257).

Dalam banyak suratnya kepada Abendanon,  Kartini banyak mengulang kata “Dari gelap menuju cahaya” yang ditulisnya dalam bahasa Belanda: “Door Duisternis Toot Licht.” Oleh Armijn Pane ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang,” yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyuratnya.

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Namun sayangnya penerjemahan Kitab Faidhur-Rohman ini tidak selesai karena Mbah Kyai Sholeh Darat keburu wafat.

Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.

Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban.

Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan.

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis;

Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.

Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis;

Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah.

(Berbagai sumber)

Kyai Sholeh Darat Semarang adalah guru para ulama besar di indonesia diantaranya KH. A. Dahlan (pendiri muhamadiyah) KH. Hasyim Asyari (pendiri Nahdlatul Ulama NU)

 



Simak di: http://www.sarkub.com/2012/ra-kartini-dan-kyai-sholeh-darat-sejarah-bangsa-yang-digelapkan-orientalis-belanda/#ixzz2zVNgrtDH

 
« MulaiSebelumnya123456BerikutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Jadual Sholat

 

Pingin Ngitung Zakat ?

clik disini !

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini258
mod_vvisit_counterKemarin548
mod_vvisit_counterMinggu Ini1338
mod_vvisit_counterMinggu Lalu1131
mod_vvisit_counterBulan Ini3580
mod_vvisit_counterBulan Lalu1523
mod_vvisit_counterJumlah451322

We have: 12 guests online
Your IP: 54.237.134.62
 , 
Today: Apr 24, 2014
Visitors Counter

Media Chat

Latest Message: 1 Tahun, 1 Bulan ago
  • Vibrasphere : Fasting comes after feasting
  • Furtwangler : Burn not your house to rid it of the mouse
  • Dotmatic : A little body often harbours a great soul
  • guest_7219 : sdfsdfsdf
  • guest_7219 : sdfsdfsdf
  • guest_7219 : dsfsdfsdf
  • cruincchumer : One of several natural cures for acne cases are the effective use of tea shrub essential oil or possibly a merchandise made up of herbal tea shrub oils. It is actually a natural anti - biotic helping to destroy any bacteria or microbe infections onto the skin surface. A drop or two over a cotton tennis ball dipped in witch hazel placed on the facial skin is what is needed. When purchasing commercial real - estate, you should make sure that you plus your possessions are guarded. How are the resources
  • Haphmearpemi : When you suffer with joint disease home tasks can be tough. When cleansing the bath tub or shower, damp the location initially, dust comet or cleanser within the h2o. Hold out a short while and cleanup with a mop. No twisting, no discomfort! There exists several kind of joint disease and it is very important determine what you possess in order to commence appropriate treatment method. If you locate this truth beneficial, then read this report mainly because it contains a lot more helpful advice
  • same day loa : = - OO, cash loans no credit check same day loans «link» cash loan uk 5la7sx, payday advances tfs loans.
  • Foniaindize : Stress the sharpness of your cheekbones by applying a shade of powder blush that may be a single tone much deeper than your regular cheek shade item. Using a blush brush, dab on the area in the powder from the hollows of your cheeks just under the cheekbones. Get rid of excess powder, then match a circular movements. Take into account employing a legal professional to assist you. The laws surrounding personal individual bankruptcy can be complicated at best and puzzling and convoluted at most de


feed-image Feed Entries


Dijalankan dengan Joomla!. Designed by: free joomla themes  Valid XHTML and CSS.